Mengenahi cara budidaya Jeruk Manis akan di uraikan secara panjang lebar pada artikel berikut ini. Jangan lupa untuk berkomentar di bagian bawah artikel ini. Semoga komentar anda bisa sama- sama menambah wawasan bagi pembaca berikutnya.
Jeruk manis sebagai tanaman buah-buahan makin terasa penting bagi pertanian dan masyarakat Indonesia.Jeruk manis (Citrus sinensis L) disebut juga jeruk peras. Pohonnya agak rindang, tingginya dapat mencapai 5 - 14 meter dan perakarannya terdiri atas akar tunggang, akar serabut dan akar rambut. Daunnya berbentuk bulat telur, panjangnya sekitar 6 - 14 cm, dan lebarnya 3 - 7 cm. Ujung daunnya runcing dan sedikit berlekuk. Bunganya tumbuh pada ketiak daun, tunggal atau berangkai. Mahkota bunga biasanya lima helai, berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, berbentuk bulat telur memanjang.
Jeruk Manis di kelompokkan ada empat jenis tanaman antara lain:
Jeruk manis biasanya ditanam di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Ada juga jenis jeruk manis yang cocok ditanam pada ketinggian tanah 1000 m di atas permukaan laut.
Suhu yang terlalu tinggi pada malam hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman ini. Sinar matahari banyak dibutuhkan, oleh sebab itu daerah penanamannya harus terbuka. Tanaman jeruk membutuhkan tanaman penahan angin yang ditanam di sekeliling pohon jeruk, maksudnya agar tanaman jeruk terhindar dari kerusakan akibat angin kencang.
Sebelum dilakukan penanaman, lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul terlebih dahulu agar tanah gembur, kemudian dibuat saluran pembuangan air seperlunya. Untuk memudahkan dalam pengontrolan, sebaiknya ada jalan dalam kebun tersebut.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pada musim kemarau penanaman bisa juga dilakukan asal tanaman jeruk manis tersebut disirami setiap hari. Di tanah yang kering atau yang tinggi sebaiknya ditanam bibit okulasi, sebaliknya pada tanah yang basah (air tanah dangkal) ditanam bibit cangkokan.
Pemupukan Jeruk
Pemupukan secara teratur dan terus-menerus terutama pada tanah yang kurang subur atau pun bahkan tidak subur sama sekali. Unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan, yaitu nitrogen, kalium dan fosfor. Unsur hara seperti kalsium, magnesium, sulfur, dan lain-lain juga dibutuhkan oleh tanaman jeruk, tetapi jumlahnya relatif kecil.
Pengairan Jeruk
Air sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk manis untuk pertumbuhannya. Kebutuhan ini meningkat pada saat tanaman jeruk berbunga dan berbuah. Namun demikian, tanaman jeruk manis tidak tahan terhadap air yang menggenanginya. Oleh karena itu, parit yang telah dibuat harus difungsikan dengan baik. Pada saat air berlebihan, alirkan (buang) air itu ke luar kebun melalui parit (saluran air) yang telah dibuat. Sebaliknya, apabila kekurangan air, masukkanlah air ke kebun melalui saluran air ini atau lakukan penyiraman.
Masa Panen
Pemetikan buah dapat dilakukan hanya dengan tangan atau dapat pula dengan menggunakan gunting. Bila hanya menggunakan tangan buah jeruk diputar sedikit, kemudian ibu jari ditekan ke atas. Bila menggunakan gunting, guntinglah tangkai buah sekitar 2 mm dari buah. Usahakan buah tidak terluka. Gunakan tangga bila buah yang dipetik tinggi. Sumber :http://tutorialbudidaya.blogspot.com
More about → Cara Bercocok Tanam Jeruk Manis
Jeruk manis sebagai tanaman buah-buahan makin terasa penting bagi pertanian dan masyarakat Indonesia.Jeruk manis (Citrus sinensis L) disebut juga jeruk peras. Pohonnya agak rindang, tingginya dapat mencapai 5 - 14 meter dan perakarannya terdiri atas akar tunggang, akar serabut dan akar rambut. Daunnya berbentuk bulat telur, panjangnya sekitar 6 - 14 cm, dan lebarnya 3 - 7 cm. Ujung daunnya runcing dan sedikit berlekuk. Bunganya tumbuh pada ketiak daun, tunggal atau berangkai. Mahkota bunga biasanya lima helai, berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, berbentuk bulat telur memanjang.
Jeruk Manis di kelompokkan ada empat jenis tanaman antara lain:
- Jeruk biasa.
- Jeruk manis pusar.
- Jeruk manis merah darah.
- Jeruk manis tidak asam.
Jeruk manis biasanya ditanam di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Ada juga jenis jeruk manis yang cocok ditanam pada ketinggian tanah 1000 m di atas permukaan laut.
Suhu yang terlalu tinggi pada malam hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman ini. Sinar matahari banyak dibutuhkan, oleh sebab itu daerah penanamannya harus terbuka. Tanaman jeruk membutuhkan tanaman penahan angin yang ditanam di sekeliling pohon jeruk, maksudnya agar tanaman jeruk terhindar dari kerusakan akibat angin kencang.
Sebelum dilakukan penanaman, lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul terlebih dahulu agar tanah gembur, kemudian dibuat saluran pembuangan air seperlunya. Untuk memudahkan dalam pengontrolan, sebaiknya ada jalan dalam kebun tersebut.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pada musim kemarau penanaman bisa juga dilakukan asal tanaman jeruk manis tersebut disirami setiap hari. Di tanah yang kering atau yang tinggi sebaiknya ditanam bibit okulasi, sebaliknya pada tanah yang basah (air tanah dangkal) ditanam bibit cangkokan.
Pemupukan Jeruk
Pemupukan secara teratur dan terus-menerus terutama pada tanah yang kurang subur atau pun bahkan tidak subur sama sekali. Unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan, yaitu nitrogen, kalium dan fosfor. Unsur hara seperti kalsium, magnesium, sulfur, dan lain-lain juga dibutuhkan oleh tanaman jeruk, tetapi jumlahnya relatif kecil.
Pengairan Jeruk
Air sangat dibutuhkan oleh tanaman jeruk manis untuk pertumbuhannya. Kebutuhan ini meningkat pada saat tanaman jeruk berbunga dan berbuah. Namun demikian, tanaman jeruk manis tidak tahan terhadap air yang menggenanginya. Oleh karena itu, parit yang telah dibuat harus difungsikan dengan baik. Pada saat air berlebihan, alirkan (buang) air itu ke luar kebun melalui parit (saluran air) yang telah dibuat. Sebaliknya, apabila kekurangan air, masukkanlah air ke kebun melalui saluran air ini atau lakukan penyiraman.
Masa Panen
Pemetikan buah dapat dilakukan hanya dengan tangan atau dapat pula dengan menggunakan gunting. Bila hanya menggunakan tangan buah jeruk diputar sedikit, kemudian ibu jari ditekan ke atas. Bila menggunakan gunting, guntinglah tangkai buah sekitar 2 mm dari buah. Usahakan buah tidak terluka. Gunakan tangga bila buah yang dipetik tinggi. Sumber :http://tutorialbudidaya.blogspot.com

