Kisah Buah Jeruk Shantang

Posted by Bloggerich

Pada suatu hari saya dan anak saya yang kecil sedang makan jeruk shantang daun yang manis. Rupanya anak saya mendapatkan jeruk shantang yang ada bijinya dan tergigit tanpa sengaja sehingga ia merasakan pahit di lidah yang tak pernah ia harapkan. Adanya biji dalam buah jeruk, ia anggap sebagai hal yang menyusahkan dirinya. Pahit dan merepotkan. untuk jeruk berbiji” itu pendapatnya.

Saat yang sama saya sendiri berseru “ Waow.. Saya benar-benar senang. Telah lama saya ingin mendapatkan biji jeruk shantang yang sangat manis untuk saya tanam kembali. Kebanyakan jeruk shantang yang manis tidak berbiji. Kalaupun ada yang berbiji, kebetulan saya lupa mengumpulkannya. Sekarang saya benar-benar menemukannya dan saya sedang ingat untuk mengumpulkannya. Pokoknya saya mau mencoba.

Yang satu melihatnya sebagai hambatan, sedangkan yang lainnya melihat sebagai peluang. Saya tidak sedang mengatakan bahwa anak saya salah tidak bisa melihat peluang dalam buah jeruk itu (karena ia memang anak kecil yang menginginkan jeruk manis tanpa biji- apa boleh buat!), namun saya lebih ingin menghi-light dengan huruf besar bahwa HAL YANG SAMA SESUNGGUHNYA MEMILIKI SISI  YANG BERBEDA JIKA KITA MAU MELIHATNYA. Menurut saya, setiap hal dalam hidup kita juga mengalami hukum yang sama dengan buah jeruk itu.  Ada sisi peluang dan hambatannya.  Nah bagaimana hal serupa buah jeruk itu bisa kita lihat dalam hidup kita?

“ Wadduuhhhh Dan.. Rumah amburadul gak ada yang ngurus. Rumah harus bersih, tanpa pakaian kotor dan strikaan yang tersisa. Kehidupan rumahnya digantungkan pada asistent rumah tangganya yang sangat hebat yang  ia ceritakan akan menikah itu. Semua para pembantu rumah tangga & baby sitter yang saya kenal di lingkungan perumahan saya datangi dan wawancarai barangkali punya kenalan, keluarga atau kerabat yang mau bekerja membantu teman saya. Beberapa alamat yayasan pun segera juga saya  kirimkan ke teman saya itu agar ia juga mencoba mencarinya. Ia terlihat sumringah dan cantik dalam balutan batiknya. Dengan riang gembira ia memanggil saya mendekat. Saya heran. Setelah mendengarkan kisahnya yang dituturkan dengan sangat antusias kepada saya, barulah saya mengerti bahwa ia sesungguhnya belum mendapatkan pembantu rumah tangga seperti yang ia inginkan. Lalu apa yang membuatnya sumringah? Ia merasa bahagia. Tidak juga. Ia telah menemukan sisi kehidupannya yang lain.

Apa yang mungkin ia pikir? Mungkin juga ia berpikir bahwa ada yang sedang ingin menjatuhkan dirinya. Dan masih banyak hal lain yang mungkin ia pikir.

Lalu apa yang mungkin ia lihat? Yang jelas memang setiap masalah yang sama atau serupa, sesungguhnya bisa dilihat dengan banyak cara pandang. Menyadari keberadaan akan banyaknya pilihan cara pandang, memberi kita kebermungkinan untuk memilih yang paling sesuai untuk diri kita, kebutuhan kita, situasi dan kondisi kita masing masing. Dan yang lebih penting lagi  dalam kaitan kita  untuk selalu memacu kemajuan dalam hidup kita adalah untuk selalu menyadari bahwa setiap hal yang kita lihat sebagai hambatan, sesungguhnya juga memiliki peluang di dalamnya.
http://nimadesriandani.wordpress.com
Tags:
shantang street suzhou ,shantang street ,shantung ,shantung maple ,shantung silk ,shantung fabric ,shantungosaurus ,shantung compound ,shantung peninsula ,shantung silk t shirt ,
jeruk ,jeruk limo ,jeruk bali ,jeruk limau ,jeruk purut ,jeruk nipis in english ,jeruk nipis ,jeruk lemon ,jeruk pak ali ,jeruk madu pak ali

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment